Relaksasi Sejenak di Curug Cibulao

“Eh jadi gak?” tanyaku di grup chat Penikmat Liburan, namun malam itu tidak ada yang menyautinya, ah sudahlah, mungkin liburan akhir desember ini akan gagal. Pagi menjelang, yang mana itu tanggal 25 Desember 2020, hari libur natal, disambut dengan notifikasi di hp ku yang ternyata dari grup chat Penikmat Liburan.

Grup chat tersebut menampilkan pesan singkat dari temanku Nina “Ayo aja, pada mau kemana”, Lalu dibalas Indra “Ke Curug aja ya yang bisa tektok, gue besok kerja”, Regita membalas “Ayo gaes, gue kemana aja bisa”. Saat itu aku langsung tersenyum membaca chat mereka, “Tentuin yang bener, masa mau pergi gak tau tujuan”, balasku.

Balasku pada chat tersebut, membuat Indra merespon “Otw dulu aja ki, ke tempat biasa kumpul”, aku tahu yang ia maksud adalah Ramayana Parung. Tanpa pikir panjang, aku siap-siap, membawa baju ganti, handuk, dan perlengkapan mandi, selesainya, aku sarapan sambil izin ke mama “Ma aku ke pergi dulu ya, ke curug”, Mama menjawab “Yaampun kok baru bilang?, yaudah deh sana”. Mamaku memang tipikal yang gak ribet, makannya bisa langsung berangkat.

Langsung berangkat diriku tanpa lupa menjemput Regita yang rumahnya dekat. Setelah itu kami langsung menuju Ramayana Parung, yang ternyata Indra sama Nina belum sampai, “Pada dimana? Kita udah sampai ya” kata Regita di grup chat, Nina menjawab “Masih di Teras Kota nih nunggu Indra”, “Ya udah, hati hati ya” Balas Regita. Karena keterlambatan mereka, aku berinisiatif untuk belanja logistik.

Belanja logistik kami lakukan di Indomaret, tanpa lupa share location ke mereka. Disana kami membeli berbagai macam kebutuhan, makanan ringan, obat-obatan, dan air mineral literan, tak perlu waktu lama, tiba-tiba ada suara memanggil “Ky udah belanjanya?”, saat aku sedang membayar,  yang ternyata itu adalah Nina bersama Indra.

Nina bersama Indra datang di saat yang tepat, kami langsung berdiskusi mau ke curug mana, antara Balong Endah, Curug Love, dan Curug Cibulao, dan pilihan pun langsung jatuh kepada curug Cibulao, berdasarkan dari review positif yang kami temukan di google. Aku dan Regita memimpin perjalanan, tanpa lupa memakai google maps sebagai penunjuk jalan ke Curug Cibulao

Curug Cibulao adalah curug yang lumayan asri di daerah bogor, curug tersebut memiliki bagian yang dalam, jadi bisa berenang. Aksesnya hanya bisa dilalui motor atau mobil karena memang jalanannya sempit dan cukup curam, untung saja, kami biasa naik motor.

Naik motor tak terasa lama, dan kami langsung melihat Pintu Masuk Curug Cibulao di sebelah kiri. Motor diparkir di dekat pintu masuk dengan biaya 5.000, tanpa patokan jam, jadi bisa berlama-lama main di curugnya.

Curugnya memiliki jalan masuk yang sudah bagus, berupa tangga berundak kebawah, ketika sedang asyik menuruni tangga, kami bertemu pos penjaga yang menyewakan pelampung dengan tarif 25.000, “Wajib pakai pelampung ya, karena curugnya dalam” kata bapak penjaganya, kamipun langsung memasang pelampung dan ganti baju sebelum lanjut menuruni tangga.

Menuruni tangga tak terasa lelah karena sampainya di curug, kami langsung disambut suara percikan air yang jatuh dari ketinggian, aroma air terjun yang khas, dan sejuknya hawa disana yang masih asri. Sejenak kami merasakan relaksasi yang sangat nikmat, pembawaan jadi lebih tenang, rasa capek pun hilang ketika kakiku mulai terendam air.

Air yang dingin membuat kaki makin semangat untuk melangkah, kami langsung mencari batu besar untuk menaruh barang-barang kami, begitu dapat aku yang pertama mencelupkan badan ke air, “Enak banget, segar”, lalu disusul Indra “Wah asik nih disini” sambil menyipratkan air ke arahku.

“Eh ayo dong foto”, teriak Nina yang baru saja datang, aku pun langsung mengambil HP untuk mengabadikan momen menyegarkan tersebut. Setelah puas berfoto, kami berenang ke tempat yang lebih dalam, tapi tidak melewati pembatas talinya, karena aku saja dengan tinggi 180 cm tidak bisa menyentuh dasarnya, walaupun pakai pelampung, kami tetap takut tenggelam.

Setelah puas mengambil foto dan main air, kami mandi, lalu pulang, tanpa lupa mampir ke Cimory untuk membeli oleh-oleh. Terimakasih Curug Cibulao atas sambutannya yang bisa buat kami relaksasi sejenak dari kesibukan di kota besar.

Leave a comment