Berkeliling dari museum ke Museum seharian membuat perut ini lapar untung aku ingat rekomendasi dari abang grab kemarin yang mengatakan “kalo di Surabaya tempat kuliner yang terkenal itu Kedungdoro”, “oh iya? Dimana itu Pak” tanyaku, “deket kok dari tempat nginep sampean (V3) , gajauh, walaupun kaki Lima, banyak juga yang makan orang berduit, malah banyak dari hotel minta dianterin makan kesitu” Pak driver menjawab, Dan akupun membuat list-to-do Untuk kesana jika Ada kesempatan, untungnya Hari itu kami masih punya cukup waktu.
Dari Museum H.O.S Cokroaminoto sekitar 17:30 kami langsung pesan grab car Untuk diantar ke Kedungdoro, pas sekali karena tempat kuliner baru buka setelah Maghrib.
Di Mobil kami menikmati pemandangan wisatawan lalu lalang berjalan kaki, daerah yang kami tuju memang ramai (kurang lebih kayak Kemang lah kalo di Jaksel), banyak tempat makan yang parkirannya dipenuhi mobil, sate yang dikipas didepan restoran Dan masih banyak lagi. Kamipun dirurunkan didepan bengkel “loh Pak kok turunnya disini?” Tanyaku, “iya ini kedung doro” jawab driver, “tempat kulinernya dimana?” Aku balik bertanya, “itu jalan lagi kesana, kedung doro itu kalo Siang emang bengkel, cuman malem saja banyak tempat makan” driver menjelaskan, lalu kami membayar sebesar Rp.14.000,- sebelum mengucapkan terimakasih Dan keluar Mobil (yaiyalah Masa keluar dulu baru bayar).
Saat keluar Mobil aku melihat deretan warung tenda dengan berbagai jenis Makanan seperti di belakang gedung Sarinah, Ada yang menjual Makanan China, ayam Dan bebek goreng, sate Dan Soto Madura, Martabak Terang Bulan, Dan Ronde.
Saat menyusuri warung tenda kami berhenti Untuk makan Ronde, bentuk Dan rasanya seperi yang sering Kita makan air jahe hangat ditambah kolang kaling Dan kacang sangrai, cuman disini pakai bulat bulat kenyal dalamnya ada pasta kacangnya, enak rasa banget apalagi ditambah susu kental Manis jadi tidak terlalu pedas. Ronde dibandrol dengan harga Rp. 10.000,-, cukup lah jika dilihat dari mangkuknya yang lumayan besar.

Setelah menghangatkan diri di tenda Ronde, kami menuju restoran China Dan aku memesan bistik ayam plus nasi seharga To.35.000,-, yaitu ayam goreng tepung yang disajikan diatas saus merah Asam Manis , Dan ditambahkan kentang potong. Porsinya cukup Untuk 2-4 orang tapi saat itu aku memakannya sendiri (namanya juga lagi laper abis kelilingan). Rasanya ayamnya gurih dengan bumbu yang pas asinnya tapi sausnya terlalu kental Dan menurutku warnanya terlalu merah, untung saja rasanya enak jadi pwnampilan visualnya tidak terlalu penting buatku.

Setelah kenyang makan bistik, kamipun kembali ke hotel Naik grabcar, tidak lupa membawa Martabak Terang bulan ke hotel untuk makan (lagi).
Tempat ini cocok buat kamu yang pengen makan enak tapi murah, sayangnya tidak banyak variasi Makanan disini, mayoritas menjual ayam Dan bebek goreng, sebenernya harganya standard tapi porsinya yang sangat banyak.