Bromo menjadi spot Untuk melihat sunrise yg cukup mainstream bagi orang Indonesia. Namanya sudah cukup dikenal dari generasi buyut Kita bahkan jauh sebelum itu.
Orang tuaku selalu menceritakan pengalamannya pergi ke Bromo Untuk melihat sunrise dari atas gunung, karena itu aku menyetujui Untuk pergi ke Bromo setelah dari Surabaya.
Sore itu kami check out dari hotel Vini Vidi Vici dan langsung menuju ke Bromo, Malang. Perjalanan memakan waktu 4 jam menggunakan Mobil (untung aja pake travel jadi tinggal duduk Manis gausah capek nyetir).
Begitu sampai homestay, aku, Riki Dan kedua orang tuaku memesan pop mie di warung depan homestay, udaranya yg dingin membuat pop mie terasa seperti ramen (inget kata orang, kalo lagi dingin semua Makanan terasa enak banget).
Begitu kenyang paling enak ngapain? Yak, tidur. Kedua orangtuaku menyuruh aku Dan Riki langsung tidur dikamar sebelah (kami menyewa 2 kamar) karena besok jam 2 pagi kami harus berangkat Untuk menanjak gunung Bromo.
“Dek, bangun! Ganti baju cepet!” Seru ibuku dari kamar sebelah, akupun tidak menjawab tapi langsung beranjak ganti baju dikamar Mandi, sementara Riki sedang siap siap membawa Makanan (emang paling gabisa laper Kita mah). “Tuh udah” kataku kepada Riki yg artinya aku sudah memakai kamar Mandi lalu bergantian.
Kami keluar kamar selesai ganti baju, begitupun orang tuaku, didepan homestay sudah Ada driver Mobil jeep Untuk mengantar kami ke gunung Bromo. Kamipun langsung Naik Dan menuju Bromo, jalanan sangat gelap gulita “gelap banget bang, gatakut nyasar?” Kataku kepada driver “engga dek, udah biasa”, ga beberapa lama Mobil sudah terparkir dipinggir jalan, kamipun bergegas turun dari Mobil menuju spot sunrise, spotnya tidak terlalu jauh hanya memakan waktu 15 menit.
Spot sunrise nya sudah dibuat berundak undak seperti tangga jadi Kita tinggal duduk duduk cantik Menunggu matahari yg lebih cantik muncul, disana juga Ada yg menyewakan selimut Dan tikar (jadi kalo masih kedinginan bisa tuh selimutan). Diperkirakan sunrise muncul jam 05:30 sedangkan Kita sudah sampai lokasi jam 03:00 cukup lama Kita menunggu 2 setengah jam sambil menggigil, eh ternyata mataharinya tertutup kabut, batal deh melihat sunrise, “Mana dek mataharinya?” Riki bertanya, “itu dia udah diatas” aku menjawab “yaah ini mah kayak waktu aku di dieng” aku menambahkan. Pupuslah sudah harapan kami melihat sunrise Hari itu, tapi tenang masih Ada tempat wisata yg bisa dikunjungi.
Turun dari spot sunrise kami menuju bukit batok menggunakan jeep, bukitnya tidak terlalu tinggi tapi cukup seru Untuk didaki walaupun tidak sampai puncak karena belum dibuat jalan setapaknya, sepanjang perjalanan kami melihat kawasan kawah gunung Bromo yg sedang Ditutup karena erupsi (so sad) tapi pendkian di bukit batok serulah buat orang yg tidak sering mendaki gunung seperti Saya.


Setelah dari bukit Batok Saya menuju bukit teletabis (nah ini tempat yang instagrammable banget), jadi tempatnya itu Padang rumput warna coklat yang luas banget sepanjang Mata memandang, Saya cukup lama disitu sampai memakan waktu hampir Satu jam (cuma buat foto foto), puas foto foto, perut terasa lapar, untung saja dekat Mobil jeep Ada yg jual telur gulung, jadi kami melanjutkan perjalanan sambil makan telur gulung.

Ga beberapa lama jeep kami parkir lagi di suatu Padang pasir, lalu drivernya bilang “nah ini namanya pasir berbisik”, “loh kenapa dinamain itu?” Aku bertanya, “karena kalo Ada angin suaranya kayak orang bisik”, akupun mengangguk lalu turun Untuk menikmati indahnya Padang pasir, disini pasirnya warna abu-abu jadi tidak seperti dimesir yg pasirnya warna coklat diujung terlihat tembok bebatuan, memberi kesan yang unik Untuk dipandang. Tidak banyak yg bisa dilakukan disini kecuali foto foto (karena emang ya gitu doang gabisa didaki ataupun diturunin).

Setelah puas foto foto kami langsung Naik Jeep menuju homestay. Terimakasih Bromo sudah memberi spot cantik Untuk konten di socmedku, ya walaupun aku belum bisa melihat sunrise indah yang dibicarakan orangorang, tapi aku senang bisa menikmati keindahan alam di tempat sekitarmu.